Makanan Berbahaya untuk Ibu Hamil

Makanan Berbahaya untuk Ibu Hamil – Ibu hamil perlu memerhatikan setiap asupan makanan yang dikonsumsinya, termasuk mengetahui makanan berbahaya yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Hal ini karena setiap makanan yang ibu hamil konsumsi, akan berpengaruh terhadap kesehatan janin dalam kandungan.

Waspadai Makanan yang Telah Terkontaminasi

Makanan yang ibu hamil konsumsi bisa menjadi berbahaya jika sudah terkontaminasi bakteri dan parasit, seperti:

Listeria monocytogenes

Listeria monocytogenes merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada tanah dan air. Bakteri ini dapat mengontaminasi tanaman dan hewan, sehingga ibu hamil harus memastikan bahwa buah, sayur, dan daging yang dikonsumsi benar-benar terjaga kebersihannya dengan baik.
Apabila ibu hamil terinfeksi bakteri ini (listeriosis), gejala yang dapat dirasakan seperti demam, kelelahan, nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Infeksi listeriosis pada ibu hamil terbilang berbahaya, karena bakteri ini dapat dengan mudah masuk ke dalam plasenta, sehingga terdapat kemungkinan untuk mengancam kelangsungan hidup bayi dalam kandungan. Bayi berisiko untuk lahir prematur, meninggal dalam kandungan, dan keguguran.

Toxoplasma gondii

Toxoplasma gondii merupakan parasit yang menyebabkan infeksi toxoplasmosis. Infeksi ini dapat terjadi jika ibu hamil mengonsumsi daging kurang matang yang telah terkontaminasi parasit toxoplasma gondii. Selain itu, paparan kotoran kucing yang telah terinfeksi parasit toxoplasma gondii juga dapat membuat ibu hamil terinfeksi toxoplasmosis.
Gejala dari infeksi ini dapat berupa lelah, demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, dan nyeri otot. Toxoplasmosis dapat mengakibatkan keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan. Untuk bayi yang lahir setelah terkena infeksi ini dalam kandungan, ada kemungkinan  bayi menderita kondisi serius seperti infeksi mata, penyakit kuning, kejang-kejang, hingga mengalami pembesaran hati dan limpa.

Bahan-Bahan Makanan yang Berbahaya bagi Ibu Hamil

Selain mewaspadai penyebab kontaminasi makanan yang berbahaya untuk ibu hamil, beberapa jenis makanan di bawah ini juga perlu dihindari karena berisiko mengganggu kehamilan:

Ikan laut

Ibu hamil harus hati-hati memilih ikan yang dikonsumsi, karena beberapa jenis ikan laut mengandung merkuri yang tinggi. Ikan yang sebaiknya dihindari, termasuk ikan makerel, todak, tuna dan ikan marlin.

Penelitian menyebutkan, paparan merkuri secara berlebih pada ibu hamil dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Bahkan dapat pula memengaruhi penglihatan, keterampilan motorik, bahasa, dan kognitif anak.

Jika memang ibu hamil ingin mengonsumsi ikan laut, pilih ikan atau seafood dengan kadar merkuri rendah, seperti udang, sarden, nila laut, dan salmon. Namun, takarannya tetap dibatasi yaitu tidak lebih dari 340 gram per minggu.

Daging mentah

Salah satu makanan berbahaya untuk ibu hamil adalah daging mentah. Makanan mengandung daging mentah seperti sushi, sashimi, dan steak setengah matang, perlu dihindari selama kehamilan demi kesehatan janin dalam kandungan.

Semua daging yang ibu hamil konsumsi harus dimasak hingga benar-benar matang agar terhindar dari kontaminasi dan keracunan makanan akibat bakteri SalmonellaCampylobacterE. coli, dan parasit.

Baca Juga : Berbagai Obat Panu Yang Efektif

Telur mentah

Ibu hamil harus memastikan bahwa telur yang dikonsumsi telah matang secara merata sebelum mengonsumsinya. Hal ini karena telur mentah atau setegah matang yang ibu hamil konsumsi bisa saja mengandung bakteri Salmonella.

Meski tidak membahayakan janin secara langsung, konsumsi telur yang telah terkontaminasi Salmonella dapat membuat ibu hamil mengalami gangguan pencernaan berupa diare dan muntah-muntah. Kondisi tersebut berisiko membuat ibu hamil mengalami dehidrasi yang tentunya berbahaya untuk kehamilan.

Beberapa jenis keju

Sebagian jenis keju terbuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi, hal ini berisiko mengganggu kehamilan. Selain itu, keju seperti ini juga dianggap tidak aman dikonsumsi karena cenderung lebih lembap, sehingga membuat bakteri listeria bisa tumbuh dan berkembang.

Jika ibu hamil ingin mengonsumsi keju, pilih keju bertekstur keras dan kering, misalnya keju parmesan atau cheddar. Ibu hamil juga dapat memilih keju bertekstur lembut yang terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi seperti keju ricottapaneermozzarella, atau cottage.

Hati

Ibu hamil perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi hati ataupun makanan yang mengandung hati selama kehamilan. Hal ini karena kandungan vitamin A pada hati sangatlah tinggi, sehingga dapat membahayakan janin dalam kandungan bila dikonsumsi berlebihan.

Hati sebenarnya masih dapat dikonsumsi oleh ibu hamil, hanya saja jangan terlalu banyak atau terlalu sering. Batasan aman mengonsumsi hati untuk ibu hamil adalah sekali dalam sebulan dengan porsi yang wajar.

Sayuran dan buah-buahan yang tidak dibersihkan atau mentah

Pastikan untuk selalu mencuci sayuran dan buah-buahan hingga bersih di bawah air mengalir. Hindari pula makan buah atau sayuran yang sudah rusak, bolong, atau memar karena bakteri dapat berkembang di daerah tersebut.

Penting bagi ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari berbagai makanan yang dianggap berbahaya. Jika ibu hamil masih ragu terhadap makanan yang dikonsumsi, jangan sungkan untuk menanyakan keamanannya kepada dokter kandungan, saat sedang kontrol kehamilan. Dengan mengikuti saran dari dokter, kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan dapat terjaga.

Berbagai Obat Panu yang Efektif

Berbagai Obat Panu yang Efektif – Panu atau tinea versicolor merupakan penyakit infeksi jamur yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak berwarna terang atau gelap pada kulit. Walaupun panu tidak menular dan tidak menyakitkan, kondisi ini dapat menimbulkan rasa malu dan kadang gatal-gatal, sehingga banyak penderitanya yang menginginkan obat panu yang efektif.

Ragam Jenis Obat Panu dan Cara Penggunaannya

Berikut ini adalah beberapa jenis obat panu beserta cara penggunaannya yang perlu Anda ketahui:

Obat panu salep atau krim

Obat panu salep atau krim bisa digunakan untuk panu yang tidak terlalu banyak. Obat panu sediaan ini terdiri dari beragam jenis, yaitu:

  • Miconazole
  • Terbinafine
  • Clotrimazole
  • Ciclopirox dan ketoconazole, biasanya diresepkan untuk kondisi panu yang tergolong serius

Cara penggunaan obat panu sediaan salep cukup mudah. Pertama-tama, bersihkan terlebih dahulu daerah yang terkena panu, lalu keringkan. Setelah itu, oleskan obat di atas panu. Obat panu salep atau krim biasanya digunakan 1–2 kali sehari selama 2 minggu.

Obat panu sampo

Obat panu sediaan sampo terdiri dari beragam jenis, yaitu:

  • Selenium sulfide
  • Ciclopirox
  • Ketoconazole

Walaupun namanya sampo, obat ini bisa digunakan sebagai sabun untuk mengatasi panu yang jumlahnya banyak dan tersebar luas di tubuh. Cara menggunakannya mudah, cukup oleskan sampo di badan saat mandi, kemudian tunggu sekitar 5–10 menit sebelum membilasnya. Untuk mencapai hasil yang efektif, gunakan obat panu sediaan sampo selama 5–7 hari.

Baca Juga : Tips Mempercepat Pemulihan Tubuh Lansia Paska Jatuh Sakit

Obat panu tablet

Obat panu juga dapat berupa pil atau tablet antijamur yang diminum, seperti:

  • Fluconazole
  • Ketoconazole
  • Itraconazole

Namun, obat panu yang diminum harus dikonsumsi sesuai dengan resep dan rekomendasi dokter. Anda tidak dianjurkan untuk membeli dan mengonsumsi obat panu oral sendiri.

Sama halnya dengan obat panu tablet atau pil, obat panu salep salep dan sampo juga harus digunakan sesuai dengan petunjuk pada label kemasan obat. Hal ini penting guna mencegah terjadinya efek samping, serta memastikan pengobatan dapat memberikan hasil yang efektif.

Ragam Tips Mencegah Panu

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit panu:

  • Hindari menggunakan produk perawatan kulit yang banyak mengandung minyak.
  • Hindari mengenakan pakaian ketat ketika berada di luar ruangan dan sebaiknya kenakan pakaian yang mudah menyerap
  • Kurangi paparan sinar matahari karena dinilai dapat memicu atau membuat panu lebih terlihat di kulit.
  • Gunakan tabir surya setiap hari dan disarankan menggunakan bahan yang tidak berminyak dengan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 30.

Obat panu umumnya akan efektif selama penggunaannya mengikuti petunjuk pemakaian. Namun, perlu diketahui bahwa pemulihan warna kulit bisa memakan waktu lebih lama, bahkan hingga beberapa bulan.

Hal penting lainnya yang perlu Anda pahami, yaitu bila panu yang Anda alami tidak kunjung sembuh setelah dilakukan pengobatan atau Anda mengalami efek samping dari penggunaan obat panu, segera konsultasi ke dokter agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Tips Mempercepat Pemulihan Tubuh Lansia Saat Jatuh Sakit

Tips Mempercepat Pemulihan Tubuh Lansia Saat Jatuh Sakit – Saat lansia sakit atau dalam proses pemulihan, proses pemecahan protein dan lemak di dalam tubuh lansia meningkat. Sebaliknya, proses pembentukan protein menurun dan lemak pun tidak dapat ditumpuk kembali karena nafsu makan cenderung menurun.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan respons terhadap pengobatan, perpanjangan masa rawat, dan peningkatan risiko terjadinya komplikasi, bahkan kematian. Inilah alasan pentingnya mengetahui cara mempercepat pemulihan saat lansia jatuh sakit.

Cara Mempercepat Pemulihan Tubuh Lansia Saat Jatuh Sakit

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan tubuh lansia saat jatuh sakit:

Pastikan ia makan secara teratur

Ketika sedang sakit, nafsu makan lansia cenderung akan berkurang. Ditambah lagi, rata-rata lansia mengalami penurunan fungsi indera perasa yang membuat makanan terasa hambar dan masalah pada gigi yang menyebabkan mereka lebih sulit untuk mengunyah.

Untuk mempercepat pemulihan lansia ketika sakit, pastikan ia makan secara teratur setiap harinya. Buatlah jadwal jam makan, misalnya sarapan antara pukul 07.00–08.00, makan siang antara pukul 12.00–13.00, dan makan malam antara pukul 18.00–19.00.

Perhatikan jumlah kalori dan nutrisi pada makanannya

Jumlah asupan kalori per hari pada lansia yang sedang dalam masa pemulihan penting untuk diperhatikan. Jika kalori yang dikonsumsi terlalu sedikit, proses penyembuhan akan semakin lambat dan lansia tidak punya energi untuk beraktivitas, termasuk untuk menjalani terapi.

Menurut para ahli, jumlah kalori yang harus dikonsumsi lansia dalam masa pemulihan saat sakit adalah sebanyak 35 kalori per kg berat badannya. Sebagai contoh, jika seorang lansia memiliki berat badan 60 kg, itu artinya kebutuhan kalori per harinya adalah sebanyak 2.100 kkal.

Selain itu, pastikan juga lansia mengonsumsi beragam makanan sehat yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan.

Baca Juga : Tanda Tanda Ketidaknormalan Cairan Vagina

Pastikan ia rutin minum susu

Proses pemulihan saat sakit pada lansia bisa menjadi lebih cepat apabila ia juga rutin minum susu, tentunya susu yang kaya akan nutrisi.

Pastikan susu tersebut mengandung beta-hydroxy-beta-methylbutyrate (HMB). senyawa hasil pemecahan asam amino leusin. Senyawa ini terbukti dapat menurunkan pemecahan protein dan meningkatkan pembentukan protein dalam tubuh untuk mencegah hilangnya massa otot.

Selain mengandung HMB, disarankan juga untuk memilih susu yang mengandung nutrisi penting lainnya, seperti protein hewani atau nabati, vitamin D, kalsium, omega 3, dan omega 6, guna meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat penyembuhan lansia.

Pastikan kebutuhan cairannya selalu tercukupi

Terpenuhinya kebutuhan cairan dapat mempercepat proses pemulihan lansia saat sedang sakit. Bila perlu, tanyakan ke dokter berapa kebutuhan cairan lansia per harinya. Selain air putih atau susu, buah yang mengandung banyak air, seperti semangka, stroberi, atau jeruk, juga bisa diberikan untuk mencegah lansia dehidrasi.

Pastikan ia beristirahat dengan cukup

Agar proses pemulihan dari sakit lebih cepat, pastikan lansia mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Ditambah lagi, cukup istirahat juga bisa menghindarkan lansia dari stres. Lansia yang berusia di atas 65 tahun, disarankan untuk tidur selama 7–8 jam setiap malam.

Langkah-langkah di atas perlu dilakukan dengan telaten, sehingga kadang sulit dilakukan sendiri oleh lansia yang sedang sakit. Oleh karena itu, peran keluarga dalam masa pemulihan lansia memang sangat besar. Sebagai keluarganya, Anda akan menjadi penyusun jadwal lansia, serta pengatur asupan nutrisi yang akan diberikan kepadanya.

Khususnya untuk asupan nutrisi, pastikan Anda memberikan bahan makanan dan produk terbaik yang bisa Anda dapatkan. Pilihlah susu dengan kandungan HMB dari produsen yang memang berpengalaman dan sudah melakukan studi klinis.

Percayalah, dengan perawatan dan kasih sayang dari keluarganya, lansia bisa pulih lebih cepat dari sakitnya. Terapkan tips di atas, dan bila perlu, rajin-rajinlah berkonsultasi kepada dokter mengenai cara perawatan lansia ketika sakit, mulai dari kebutuhan nutrisi dan cairan hingga gejala apa saja yang perlu diwaspadai.

Tanda-tanda Ketidaknormalan Cairan Vagina

Tanda-tanda Ketidaknormalan Cairan Vagina – Cairan vagina normalnya berwarna bening atau keputihan dan tidak berbau. Cairan vagina sebenarnya berperan penting dalam menjaga kebersihan organ intim dengan membawa sel mati dan bakteri keluar dari vagina dan leher rahim. Cairan ini bisa meningkat dan mengeluarkan bau berbeda di masa menyusui, ovulasi, atau saat Anda terangsang secara seksual.

Namun, cairan vagina yang perlu diwaspadai adalah ketika terjadi perubahan warna, kekentalan, serta aroma yang ditimbulkan. Patut juga diperhatikan jika perubahan cairan vagina diiringi oleh kondisi-kondisi lain, seperti rasa gatal, nyeri, dan perdarahan.

Mengenali Ciri-ciri dan Penyebabnya

Semua perubahan pada cairan vagina dapat mengindikasikan adanya infeksi vagina. Waspadai jika:

  • Terjadi perubahan pada warna cairan vagina misalnya dari yang biasanya putih menjadi kuning kehijauan.
  • Cairan vagina menjadi berbau tidak sedap atau tajam.
  • Volume cairan vagina mendadak meningkat atau cairan tampak menggumpal seperti keju.
  • Keluarnya cairan vagina diiringi gejala lain, seperti rasa gatal atau nyeri pada bagian kemaluan.
  • Terjadi pendarahan di luar masa menstruasi atau setelah berhubungan seksual.

Infeksi yang menyebabkan perubahan cairan vagina umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri baik dan penyebab penyakit pada vagina. Penyebab secara spesifik ketidaknormalan cairan vagina adalah:

  • Sariawan pada vagina akibat infeksi jamur.
  • Infeksi pada vagina akibat vaginosis bakterial.
  • Penyakit menular seksual (PMS) seperti trikomoniasis, klamidia, herpes genital, atau gonorea.

Keputihan yang tidak normal juga dapat disebabkan oleh penggunaan benda tertentu atau komplikasi dari penyakit lain, seperti:

  • Konsumsi kortikosteroid.
  • Konsumsi antibiotik.
  • Konsumsi pil KB.
  • Penggunaan sabun atau losion berpewangi.
  • Kanker serviks.
  • Diabetes.
  • Atrofi vagina: pengeringan dan penipisan dinding vagina selama masa menopause.
  • Iritasi di sekitar vagina atau vaginitis.

Dengan mengenali ciri-ciri dan penyebab cairan vagina yang abnormal, kini Anda mengetahui apa saja hal yang perlu dilakukan selanjutnya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Memeriksakan diri ke dokter adalah cara terbaik untuk mendiagnosis penyebab perubahan warna dan bau cairan vagina. Panduan berikut ini dapat menjadi informasi awal:

Cairan warna putih atau abu-abu dengan aroma amis.

Jika cairan semacam ini muncul dari vagina, terutama setelah penetrasi seksual, Anda bisa jadi mengalami vaginosis bakteri atau bacterial vaginosis (BV). Infeksi yang tergolong umum ini kadang menyebabkan iritasi atau gatal. Kondisi ini biasanya dapat ditangani dengan antibiotik.

Cairan tebal atau berwarna putih yang diiringi rasa gatal.

Kondisi ini umumnya disebabkan infeksi jamur yang menyebabkan nyeri dan gatal di sekitar vagina. Cairan ini tidak menular melalui hubungan seksual, walau kadang masih bisa menyebabkan gatal pada pasangan Anda. Kondisi ini pernah dialami hampir semua wanita. Kondisi ini juga dapat ditangani dengan obat antijamur yang dijual bebas.

Baca Juga : Kenali Penyebab Sariawan di Gusi Dan Cara Mencegahnya

Cairan warna kuning, hijau, atau bahkan berbusa.

Cairan ini umumnya bervolume tinggi, beraroma tidak sedap, dan disebabkan oleh trikomoniasis. Infeksi ini disebabkan oleh parasit. Gatal, nyeri, dan bengkak di sekitar vagina, serta nyeri saat buang air kecil adalah gejala lain yang mungkin dirasakan. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan antibiotik metronidazole yang diresepkan.

Cairan vagina yang menyebabkan area di sekitar organ kelamin melepuh.

Kondisi ini disebabkan virus herpes yang mengakibatkan nyeri dan kulit di sekitar vagina melepuh. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan tablet antivirus.

Cairan abnormal dengan rasa nyeri atau pendarahan.

Kondisi yang umumnya disebabkan klamidia atau gonore ini mengakibatkan nyeri pada kemaluan yang biasanya dirasakan saat buang air kecil. Pendarahan biasanya terjadi setelah melakukan hubungan seksual. Penyakit menular seksual yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan radang panggul, infeksi pada ovarium, tuba falopi, dan rahim. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan dengan antibiotik.

Jika keluhan tersebut sering kambuh atau setelah selesai pengobatan gejala muncul kembali, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Untuk menentukan penyebab keluhan, selain melakukan pemeriksaan fisik terkadang dokter akan melakukan analisis cairan vagina.

Ketidaknormalan cairan vagina bisa dicegah dengan selalu menjaga kesehatan dan kebersihan organ intim Anda dengan cara yang alami. Upayakan juga untuk menjalani gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit pada organ intim. Gunakan kondom sebagai pengaman saat berhubungan seks dan jangan berganti-ganti pasangan seksual agar terhindar dari berbagai penyakit menular seksual.

Kenali Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mencegahnya

Kenali Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mencegahnya – Sariawan di gusi ditandai dengan munculnya luka berbentuk oval atau bulat. Bagian tengah pada luka sariawan biasanya berwarna putih, abu-abu, atau kuning, dan tepiannya berwarna kemerahan. Sariawan di gusi sering kali menimbulkan rasa nyeri atau perih, terutama ketika makan, minum, atau bicara.

Berbagai Kemungkinan Penyebab Sariawan di Gusi

Berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya sariawan di gusi:

Cedera

Cedera atau luka di gusi dan rongga mulut dapat menyebabkan sariawan. Cedera di gusi dan mulut dapat terjadi ketika Anda menyikat gigi terlalu keras atau terburu-buru, menggunakan kawat gigi atau gigi palsu, juga bila mengalami benturan di mulut saat olahraga atau kecelakaan.

Iritasi

Sariawan di gusi juga bisa terjadi ketika jaringan gusi dan rongga mulut mengalami iritasi. Iritasi ini bisa terjadi akibat kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu asam atau pedas, serta kebiasaan merokok. Selain itu, kandungan SLS (sodium lauryl sulfate) pada pasta gigi atau obat kumur juga dapat memicu tumbuhnya sariawan.

Infeksi virus dan bakteri

Luka di gusi yang menyerupai sariawan bisa menjadi pertanda gingivostomastitis, yaitu infeksi mulut dan gusi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Infeksi ini lebih rentan terjadi ketika kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga.

Selain sariawan di gusi, gejala lain yang dapat muncul akibat kondisi ini adalah demam, gusi bengkak, gusi berdarah atau bernanah, bau mulut, serta sulit menelan.

Penyakit tertentu

Sariawan yang sering kambuh atau tidak kunjung sembuh di gusi atau di bagian mulut lainnya juga bisa menandakan adanya penyakit tertentu, misalnya lupus, penyakit celiac, penyakit radang usus, hingga kanker mulut. Sariawan yang tak kunjung sembuh ini perlu diperiksakan ke dokter gigi agar dapat ditangani dengan baik.

Baca Juga : Waspadai Makanan Yang Bisa Merusak Liver

Selain ketiga penyebab di atas, sariawan di gusi juga bisa disebabkan oleh malnutrisi atau kekurangan gizi, seperti kekurangan vitamin B dan zat besi; stres; faktor keturunan; hingga efek samping pengobatan, seperti kemoterapi.

Upaya Mencegah Sariawan di Gusi Semakin Parah dan Muncul Lagi

Sariawan di gusi bisa menimbulkan rasa sakit dan sangat menganggu, terutama saat mengunyah makanan. Namun, sariawan di gusi biasanya akan membaik dalam waktu 1–2  minggu.

Untuk mencegah sariawan di gusi semakin parah dan muncul kembali, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Menggosok gigi setiap hari secara teratur, setelah makan dan sebelum tidur, serta menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel di sela-sela gigi
  • Menyikat gigi dengan cara yang benar, serta tidak menyikat gigi terlalu keras atau terburu-buru
  • Memilih sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut dan menghindari penggunaan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate atau alkohol
  • Memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan
  • Tidak merokok
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan membatasi konsumsi makanan yang pedas, asam, atau terlalu manis
  • Berkumur air garam

Sariawan di gusi umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang dari 2 minggu. Namun, bila sariawan tidak kunjung sembuh setelah 3 minggu, berukuran luas, atau disertai keluhan lain, seperti demam dan gigi tanggal, sebaiknya segera periksakan ke dokter gigi.

Waspadai Konsumsi Makanan Penyebab Liver Ini

Waspadai Konsumsi Makanan Penyebab Liver Ini – Liver atau hati adalah organ yang memiliki peran penting dalam metabolisme, detoksifikasi (menetralkan racun), dan sistem kekebalan tubuh Anda. Karena perannya yang sangat penting, jika terjadi gangguan pada liver, hal tersebut juga akan berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Penyebab penyakit liver bisa bermacam-macam, seperti adanya infeksi, kelainan sistem kekebalan tubuh, hingga riwayat keluarga. Selain itu, pola hidup yang tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan makanan yang tidak sehat, juga bisa menyebabkan berbagai gangguan pada liver.

Ragam Makanan Penyebab Liver

Berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat menjadi penyebab penyakit liver:

Alkohol

Alkohol dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada liver. Saat Anda mengonsumsi alkohol, liver akan bekerja untuk memecah alkohol dan mengeluarkannya dari darah.

Apabila Anda mengonsumsi alkohol secara berlebihan, liver akan bekerja dengan lebih keras untuk mengeluarkan alkohol dari darah. Di samping itu, enzim-enzim pada liver juga akan rusak akibat kelebihan alkohol.

Pada tahap awal, ini akan menyebabkan perlemakan hati. Akan tetapi jika ini terjadi terus-menerus, sel-sel hati akan rusak tergantikan dengan jaringan parut. Kondisi ini disebut juga sirosis dan umumnya sulit untuk diatasi.

Makanan tinggi gula

Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis atau minuman dengan kadar gula yang tinggi, seperti permen, kue, soda, dan jus buah, juga dapat menyebabkan kerusakan pada liver Anda.

Salah satu fungsi liver adalah memproses gula darah menjadi lemak. Jika Anda mengonsumsi gula secara berlebihan, liver otomatis akan menghasilkan lemak dalam jumlah yang banyak pula.

Lemak yang berlebih ini akan menumpuk di bawah kulit dan lama-kelamaan di organ-organ penting tubuh, termasuk di hati. Sama seperti yang disebabkan oleh alkohol, perlemakan hati yang disebabkan oleh makanan tinggi gula juga dapat berakhir dengan sirosis.

Makanan tinggi garam

Tubuh memang membutuhkan garam untuk menjalankan berbagai fungsi penting, seperti mengatur pergerakan air di dalam tubuh dan membawa sinyal dalam bentuk listrik pada saraf.

Baca Juga : Fakta Rokok Herbal Membantu Berhanti Merokok

Kendati demikian, mengonsumsi makanan tinggi garam untuk makanan sehari-hari dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan pada liver, misalnya perlemakan hati. Oleh karena itu, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi garam lebih dari 1 sendok teh per harinya.

Makanan berlemak

Makanan seperti makanan cepat saji, daging merah, jeroan, dan santan adalah makanan yang tinggi akan lemak jenuh. Terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak dapat menyebabkan peradangan pada liver, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan tumbuhnya jaringan parut pada liver Anda.

Camilan kemasan

Mengonsumsi camilan yang tidak sehat secara terus-menerus meningkatkan risiko Anda terkena berbagai penyakit liver. Hal ini karena berbagai macam camilan kemasan, seperti keripik dan wafer, yang banyak tersedia di pasaran seringkali mengandung kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi.

Untuk menghindari berbagai penyakit liver, Anda disarankan untuk mengurangi konsumsi berbagai makanan penyebab liver di atas. Konsumsilah makanan dan camilan sehat yang baik bagi liver Anda, seperti jeruk bali, anggur, bit, bidara, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan yang berlemak sehat.

Rutin berolahraga juga dapat membantu Anda mengurangi lemak berlebih pada tubuh dan menjaga berat badan ideal, sehingga Anda terhindar dari penyakit perlemakan hati. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 3 kali dalam seminggu, selama kurang lebih 30 menit.

Jika Anda merasa makanan-makanan penyebab liver di atas sulit dipisahkan dari keseharian Anda, berkonsultasilah kepada dokter untuk pola makan yang sehat, apalagi jika berat badan Anda sudah berlebih atau Anda memiliki riwayat penyakit liver di keluarga.

Rokok Herbal Membantu Berhenti Merokok

Rokok Herbal Membantu Berhenti Merokok – Berbeda dari jenis rokok pada umumnya, rokok herbal tidak menggunakan tembakau. Bahan selain tanaman herbal yang biasa digunakan sebagai kandungan rokok herbal antara lain daun cengkeh, kuntum bunga mawar, ampas tebu, daun bunga teratai, daun selada yang dikeringkan, ginseng, melati dan sebagainya.

Mempertimbangkan Keamanan Rokok Herbal

Rokok herbal banyak dipercaya sebagai cara aman dan dapat menjadi obat untuk membantu seseorang berhenti merokok. Alasannya rokok herbal sering kali dianggap rokok yang aman, karena tidak mengandung nikotin yang dapat membuat seseorang menjadi kecanduan.

Faktanya memang betul bahwa rokok herbal tidak akan membuat seseorang menjadi kecanduan dan tidak mengandung tembakau. Akan tetapi, jangan senang dulu karena ada info penting yang mungkin bisa membuat Anda berpikir lebih jauh tentang rokok herbal.

Pasalnya, meski tidak mengandung nikotin dan tembakau, rokok herbal mengandung tanaman atau sayuran yang jika dibakar akan menghasilkan karbondioksida, tar, dan bahkan rangkaian racun lainnya. Hasilnya, paru-paru perokok maupun orang mengisap asapnya terancam oleh beragam racun berbahaya dari rokok herbal.

Cara untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok nikotin dengan mengubahnya merokok herbal sebenarnya bukan jalan terbaik. Tentu jalan paling tepat adalah tinggalkan kebiasan merokok, tentunya dibarengi dengan niat dan keinginan yang kuat. Berikut cara berhenti merokok yang mungkin bisa membantu Anda:

Baca Juga : Kesalahpahaman Umum Dan Mitos Tentang Kanker

  • Perhatikan makanan yang dikonsumsi
    Ternyata, apa yang Anda konsumsi dapat memengaruhi keinginan Anda untuk merokok setelah makan. Salah satu makanan tersebut pemicu untuk merokok adalah daging. Saat Anda mengonsumsi daging, merokok akan terasa lebih nikmat. Untuk mengurangi hasrat merokok, cobalah mengonsumsi sayuran, buah dan keju. Ketiga jenis makanan ini dapat mengurangi nikmatnya merokok setelah makan.
  • Ganti minuman favorit
    Tidak hanya makanan, minuman juga bisa memengaruhi kenikmatan merokok, baik yang konvensional maupun rokok herbal. Sebut saja kopi, teh, cola dan minuman beralkohol. Jenis minuman tersebut bisa membuat merokok terasa begitu nikmat. Cobalah untuk lebih sering mengonsumsi jus dan air mineral. Biasanya, keinginan seseorang untuk merokok dapat berkurang jika sering minum kedua jenis minuman tersebut.
  • Mulai berolahraga
    Olahraga adalah salah satu gaya hidup sehat yang bisa membantu Anda mengurangi rokok. Rutin melakukan olahraga diyakini bisa membantu Anda berhenti merokok. Hal itu dikarenakan dengan berolahraga, otak akan memproduksi zat kimia yang dapat mengurangi rasa ingin merokok.
  • Catat alasan berhenti merokok
    Catatan ini tidak kalah penting dengan beberapa gaya hidup sehat di atas. Dengan catatan ini, Anda dapat mengingat kenapa Anda ingin berhenti merokok. Sehingga Anda tidak mudah menyerah di tengah jalan.
  • Menghindari lingkungan perokok
    Terkadang seseorang dapat kembali merokok, ketika berada di lingkungan di mana kebanyakan orang di dalamnya merokok. Jadi, tidak ada salahnya untuk menghindar sementara dengan orang-orang yang merokok. Anda bisa kembali berkumpul dengan mereka setelah yakin tidak akan terganggu meski sedang bersama mereka.

Rokok herbal belum tentu lebih aman dibanding rokok pada umumnya. Anda dapat mencoba berhenti merokok, meski bukan hal yang mudah. Jika perlu, konsultasi ke dokter untuk cara berhenti merokok yang tepat untuk Anda. Selain itu, mulailah gaya dan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Kesalahpahaman Umum dan Mitos tentang Kanker

Kesalahpahaman Umum dan Mitos tentang Kanker – Kanker terjadi ketika sel abnormal di dalam tubuh berkembang biak secara tidak terkendali. Akibatnya, jumlah sel tersebut akan semakin banyak dan mengganggu jaringan atau organ di sekitarnya.

Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab pasti munculnya penyakit kanker. Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa peningkatan risiko terkena kanker berkaitan dengan gaya hidup yang kurang sehat, faktor keturunan, atau penyakit tertentu, seperti obesitas.

Hingga kini, para ahli masih terus mempelajari kanker lebih lanjut guna mengembangkan pengobatan yang paling efektif dan menentukan langkah pencegahannya.

Mitos tentang Kanker yang Banyak Beredar

Meskipun masih banyak hal seputar kanker yang belum diketahui dengan jelas, para ahli sebenarnya telah menemukan cukup banyak bukti ilmiah terkait penyakit ini. Beberapa fakta ilmiah tentang kanker tersebut ternyata tidak sesuai dengan apa yang selama ini dipercaya oleh masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa mitos tentang kanker yang tidak benar berserta faktanya:

Radiasi telepon genggam menyebabkan kanker

Kanker terjadi ketika sel-sel tubuh mengalami perubahan sifat genetik (mutasi gen) karena berbagai faktor, salah satunya adalah paparan radiasi. Namun, telepon genggam sebenarnya hanya memancarkan radiasi yang sangat rendah, sehingga tidak sampai menyebabkan mutasi gen pada sel-sel tubuh.

Hingga saat ini, belum ada hasil penelitian yang bisa membuktikan bahwa radiasi telepon genggam dapat menyebabkan kanker.

Kanker pasti bersifat keturunan

Faktanya, hanya 5-10% pasien kanker yang mewarisi mutasi gen dari orang tuanya. Pada sebagian besar pasien kanker, mutasi gen terjadi setelah lahir, misalnya akibat paparan zat kimia berbahaya, kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol, memiliki berat badan berlebih, atau akibat penuaan.

Hal ini berarti seseorang tanpa riwayat kanker di keluarganya bisa saja mengalami kanker jika menjalani gaya hidup yang tidak sehat.

Deodoran dan antiperspiran dapat menyebabkan kanker payudara

Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa penggunaan deodoran atau antiperspiran untuk mengurangi keringat dan bau ketiak dapat menyebabkan kanker payudara. Hal ini dikarenakan zat-zat tertentu dari produk tersebut, misalnya aluminium, dapat masuk lewat pori-pori kulit.

Faktanya, belum ada bukti kuat yang menjelaskan hubungan antara paparan aluminum atau zat lain dalam deodoran dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Konsumsi gula akan mendorong pertumbuhan sel-sel kanker

Ada anggapan bahwa konsumsi gula berlebih dapat mendorong pertumbuhan sel-sel kanker. Lebih lanjut dikatakan bahwa bila seseorang berhenti mengonsumsi gula, maka kankernya dapat disembuhkan.

Faktanya, membatasi gula tidak menghambat pertumbuhan sel kanker. Semua sel dalam tubuh baik yang bersifat kanker maupun yang normal, menggunakan gula sebagai sumber energi.

Akan tetapi, konsumsi gula berlebih memang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. Kedua penyakit inilah yang kemudian akan meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Paparan suhu panas pada wadah plastik dapat menyebabkan kanker

Sering dikatakan bahwa mengonsumsi minuman atau makanan di dalam wadah plastik yang terpapar suhu panas, misalnya yang dimasukkan ke dalam microwave, dapat menimbulkan kanker.

Faktanya, tidak semua jenis plastik berbahaya saat dipanaskan. Bila ingin menghangatkan makanan dalam microwave menggunakan wadah plastik, pilihlah wadah yang berlabel aman untuk microwave.

Selain itu, pernyataan bahwa botol plastik yang terkena panas dapat melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam air minum juga belum terbukti.

Baca Juga : Dampak Kekurangan Karbohidrat Dan Cara Mengatasinya

Biopsi dapat menyebarkan sel kanker

Kemungkinan sel kanker menyebar karena prosedur biopsi sangat kecil. Hingga kini pun belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa biopsi dapat membuat sel kanker tersebar ke jaringan tubuh sekitarnya.

Justru penelitian menunjukkan bahwa manfaat biopsi jauh lebih besar daripada risikonya, karena dengan biopsi, dokter dapat menentukan apakah jaringan tubuh yang dicurigai kanker memang bersifat ganas atau ternyata jinak, serta menentukan stadium kanker. Setelah hal-hal tersebut diketahui, barulah dokter dapat menentukan langkah pengobatan yang paling sesuai.

Paparan sel kanker dengan udara saat operasi dapat memperburuk kanker

Hal ini tidak benar. Paparan udara tidak berhubungan dengan penyebaran kanker. Operasi sendiri merupakah salah satu cara yang paling efektif untuk menghilangkan jaringan kanker.

Terkadang juga kanker yang tidak tampak di pemeriksaan fisik atau penunjang, seperti CT scan dan MRI, baru terlihat jelas saat dilakukan pembedahan.

Efek samping terapi atau pengobatan kanker lebih buruk daripada kankernya sendiri

Faktanya, kanker yang tidak diobati dapat mengalami perburukan gejala dan berkembang lebih cepat. Pada akhirnya, penyakit kanker yang tidak ditangani sejak dini akan menyebar (metastasis) ke berbagai organ lain, bahkan ke organ yang letaknya jauh dari tempat kanker tersebut berasal. Ketika sudah menyerang organ lain, kanker akan sagat sulit untuk ditangani.

Ada produk herbal yang dapat menyembuhkan kanker

Beberapa tanaman, seperti daun kelor, bunga teratai, dan cherry, memang diteliti untuk potensinya sebagai obat kanker. Namun hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat mengenai adanya bahan herbal tertentu yang benar-benar.

Beberapa bahan herbal memang dapat membantu meringankan gejala kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker, tetapi tidak dapat mengobati penyakit kanker. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat menggunakan produk herbal karena beberapa di antaranya dapat mengganggu efektivitas kemoterapi atau radioterapi.

Untuk mengurangi risiko terjadinya kanker, Anda disarankan untuk selalu menjalani pola hidup sehat. Selain itu, lakukanlah pemeriksaan kesehatan (medical check up) dan skrining kanker ke dokter jika memang Anda punya faktor risiko kanker, misalnya memiliki anggota keluarga yang sakit kanker.

Dampak Kekurangan Karbohidrat dan Cara Mengatasinya

Dampak Kekurangan Karbohidrat dan Cara Mengatasinya – Manfaat utama karbohidrat bagi tubuh adalah menyediakan energi untuk beraktivitas, mulai dari bernapas hingga berjalan. Selain itu, karbohidrat juga berfungsi mencegah serangan penyakit dan menjaga berat badan, terutama  karbohidrat kompleks yang berasal dari nasi dan gandum, buah, sayur, serta kacang-kacangan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan untuk mengonsumsi karbohidrat antara 350-390 gram per hari bagi pria, dan 300-320 gram per hari bagi wanita.

Kekurangan karbohidrat bisa terjadi jika Anda membatasi asupan karbohidrat atau melakuan diet rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan.

Efek Kekurangan Karbohidrat

Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kepala pusing, tubuh terasa lemah, hingga rentan terserang penyakit. Dampak kekurangan karbohidrat dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut ini adalah penjelasannya:

Jangka pendek

Dalam jangka pendek, kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan ketosis, yaitu suatu kondisi ketika tubuh memanfaatkan lemak sebagai sumber energi. Gejala ketosis antara lain adalah sakit kepala, lemas, dehidrasi, mual, pusing, dan mudah emosi.

Ketosis dapat menyebabkan penumpukan senyawa keton dalam tubuh. Dalam jangka panjang, keton yang menumpuk ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, seperti asidosis, koma, bahkan kematian.

Baca Juga : Alasan Konsumsi Toti Tawar Putih Sebaiknya di Batasi

Jangka panjang

Kekurangan karbohidrat secara terus-menerus juga akan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, yaitu:

  • Kekurangan nutrisi.
  • Kolesterol tinggi. Hal ini dikarenakan orang yang sedang diet rendah karbohidrat umumnya akan mengganti asupannya dengan makanan tinggi lemak atau protein. Pola makan seperti ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, sehingga risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke juga akan meningkat.
  • Kerusakan pembuluh darah.
  • Meningkatnya risiko terkena kanker.
  • Berat badan mudah naik turun.

Mengatasi Kekurangan Karbohidrat

Hal pertama yang harus dilakukan ketika mengalami kekurangan karbohidrat adalah memenuhi asupan karbohidrat harian, dengan cara:

  • Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan segar. Buah dan sayuran juga mengandung banyak serat, yang bisa membuat Anda kenyang untuk waktu lebih lama.
  • Mengonsumsi beragam makanan sehat dengan gizi seimbang, artinya harus mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serat, dan cairan dalam jumlah yang cukup.
  • Mengonsumsi susu dan produk-produk olahannya. Selain sebagai sumber karbohidrat, susu juga merupakan sumber protein, vitamin, dan kalsium yang sangat baik.
  • Mengonsumsi makanan yang terbuat dari gandum utuh atau bekatul.
  • Membatasi asupan karbohidrat sederhana. Karbohidrat jenis ini banyak terdapat dalam makanan manis, seperti eskrim atau

Bila selama ini Anda menjalani pola makan yang membatasi asupan karbohidrat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gizi. Dokter akan memeriksa status gizi dan kondisi Anda secara menyeluruh, kemudian memberikan anjuran pola makan yang lebih sehat dan sesuai kondisi kesehatan Anda. Bila perlu, dokter juga akan memberikan suplemen atau obat-obatan untuk memperbaiki status gizi.

Alasan Konsumsi Roti Tawar Putih Sebaiknya Dibatasi

Alasan Konsumsi Roti Tawar Putih Sebaiknya Dibatasi – Umumnya, bahan pembuat roti tawar putih adalah tepung terigu. Tepung terigu yang digunakan terbuat dari gandum utuh dengan sebagian besar lapisan kulit kasar dan kulit arinya telah hilang saat penggilingan. Dalam sepotong roti tawar terkandung 80 kalori, 1 gram lemak, dan 15 gram karbohidrat. Roti tawar putih yang dibuat dari tepung terigu minim akan sumber nutrisi penting, berbeda dengan roti gandum utuh yang memiliki kandungan nutrisi lebih baik.

Mempertimbangkan Risiko Kesehatan

Ada beberapa alasan roti tawar putih sebaiknya dikonsumsi secara terbatas, yaitu :

  • Kandungan nutrisi yang kurang lengkap
    Ketika biji-bijian utuh diolah menjadi tepung terigu untuk roti tawar putih, lapisan-lapisan yang sarat kandungan serat dan protein akan terbuang. Meski sebagian roti tawar putih ditambahkan zat gizi, seperti vitamin B dan zat besi, namun serat dan protein di dalamnya jauh lebih sedikit dibandingkan tepung gandum utuh.
  • Meningkatkan gula darah dengan cepat
    Peningkatan kadar gula darah dapat terjadi karena rendahnya serat dan protein dalam roti tawar putih, sehingga karbohidrat dan gula dalam roti tawar bisa lebih cepat diserap tubuh. Gula darah akan mendadak tinggi kadarnya. Hal ini tentu membuat seseorang lebih sulit mengendalikan kadar gula darahnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membatasi asupan produk rafinasi, seperti tepung terigu, akan menurunkan risiko diabetes tipe 2.
  • Memicu kenaikan berat badan
    Kelebihan asupan gula dari roti tawar putih yang tidak langsung digunakan sebagai energi, kemungkinan akan disimpan sebagai lemak pada tubuh. Selain itu, roti tawar putih juga memicu rasa lapar lebih cepat, sehingga kemungkinan asupan kalori akan meningkat.
  • Kemungkinan penggunaan pemutih
    Untuk membuat roti tawar putih yang tidak memiliki warna kusam dan tampak cerah, sering digunakan  beberapa zat pemutih, seperti kalium bromat, azodicarbonamide, dan gas chlorine dioxide. Saat ini sebagian negara sudah melarang penggunaan zat pemutih tepung terigu, karena dapat membahayakan kesehatan.
  • Memengaruhi suasana hati
    Studi terbaru menemukan adanya kaitan dari konsumsi karbohidrat rafinasi, termasuk roti tawar putih, dengan depresi pascamenopause. Beberapa gejala yang timbul, seperti suasana hati yang cepat berubah, kelelahan, dan gejala depresi lainnya. Indeks glikemik yang tinggi pada roti tawar diduga memegang peran dalam munculnya efek ini, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah konsumsi roti tawar memang secara langsung dapat menimbulkan gejala depresi.

Baca Juga : Seputar Mental Ilness Yang Perlu Anda Ketahui

Tips Memilih Roti Tawar

Dibandingkan roti tawar putih, roti tawar dari biji-bijian utuh atau gandum utuh mengandung lebih banyak nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Roti tawar dari gandum utuh memiliki protein yang lebih tinggi, kaya akan serat, mineral, vitamin, dan antioksidan, juga rendah lemak serta bebas kolesterol.

Namun, jangan langsung termakan label pada kemasan roti tawar. Jika tertulis, terbuat dari biji-bijian utuh, sebaiknya lihat lagi bahan-bahannya lebih cermat. Ada sebagian roti tawar yang mengklaim terbuat dari biji-bijian utuh, namun sebenarnya tetap menggunakan tepung rafinasi untuk bahan utama.

Sebagian roti tawar juga mengandung garam (sodium) yang membantu meningkatkan rasa dan mengendalikan ragi. Rata-rata setiap lembar roti tawar putih mengandung 200 mg sodium. Perhatikan jumlah roti tawar yang Anda konsumsi, karena batas tertinggi asupan sodium yang dianjurkan adalah 1.800 mg per hari.

Selain itu, jika roti tawar dikonsumsi berlebihan, meskipun berlabel rendah kalori, tubuh tetap akan mendapatkan kalori ekstra yang dapat menyebabkan bertambahnya berat badan dan berbagai efek negatif.

Konsumsilah roti tawar putih dengan bijak dan jangan berlebihan. Pilih roti tawar yang Anda anggap terbuat dari bahan terbaik. Konsultasikan dengan ahli gizi sebelum mengonsumsinya, jika memiliki kondisi kesehatan khusus.