Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Sepeda Motor

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Sepeda Motor – Sebagai orang awam, Anda mungkin tidak tahu bagaimana cara memberi pertolongan kepada korban kecelakaan. Namun Anda bisa mempelajarinya. Jadi, sewaktu-waktu Anda melihat insiden kecelakaan atau ada orang terdekat yang mengalaminya, Anda sudah siap memberikan pertolongan tersebut.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah selalu menyiapkan perangkat P3K di bagasi atau di jok kendaraan Anda. Pastikan di dalamnya terdapat perban, plester, sarung tangan sekali pakai, tisu pembersih bebas alkohol, gunting, pinset, krim antiseptik, obat pereda nyeri, obat batuk, tablet antihistamin, cairan pembasuh luka dan kantong plastik bersih. Setelah itu, Anda harus memahami apa yang dialami seseorang yang mengalami kecelakaan.

Terutama dalam hal ini adalah korban kecelakaan sepeda motor, terdapat kemungkinan akan mengalami beberapa hal, seperti pendarahan, luka bakar, patah tulang, syok, keseleo, atau pingsan. Berikut ini cara-cara mengatasinya.

Jika korban mengalami pendarahan

  • Hal yang sering terjadi saat kecelakaan adalah pendarahan. Jika Anda melihat ada bagian tubuh korban yang berdarah, terutama jika pendarahannya parah, upayakan untuk segera menghentikan pendarahan tersebut agar korban tidak kehabisan darah.
  • Sebelum menangani kulit yang berdarah, gunakan sarung tangan sekali pakai, jika ada, guna meminimalkan penularan penyakit infeksi.
  • Anda bisa menghentikannya dengan cara menekan area yang terluka. Gunakan kapas atau perban jika tersedia. Kemudian tekan luka hingga pendarahan berhenti. Jika darah masih menembus melewat perban, lapisi lagi dengan kapas atau perban dan tekan hingga pendarahan berhenti. Jangan membuka perban awal, cukup dicek secara berkala untuk memeriksa apakah darah sudah berhenti mengucur.
  • Terkadang terdapat benda yang tertancap pada area yang terluka. Jika menghadapi kasus yang seperti ini, jangan pernah mencoba mengeluarkan atau menekannya, tapi serahkan hal itu kepada tim medis. Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa menekan sisi kiri dan kanan area yang terselip benda, lalu letakkan kasa atau kain bersih mengitari luka tersebut sebagai penahan agar benda yang tertancap tidak bergerak. Setelah itu balut dengan perban.
  • Jika ada anggota badan yang terputus, seperti jari, bungkus jari tersebut dengan kantong plastik atau plastik pembungkus (plastic wrap). Setelah itu, pastikan agar anggota badan yang terputus tadi ikut dibawa bersama korban ke rumah sakit.
  • Selalu cari bantuan medis untuk korban yang mengalami pendarahan, kecuali pendarahan kecil.

Jika korban mengalami luka bakar

  • Luka bakar yang dialami korban kecelakaan sepeda motor, dapat disebabkan karena kulit bersentuhan dengan knalpot yang panas. Untuk mengatasi luka bakar, Anda harus segera mendinginkan luka dengan air dingin yang mengalir, namun bukan air es, selama 20 menit atau hingga rasa sakit hilang. Jika air dingin tidak ada, Anda bisa gunakan minuman dingin lain. Jangan mengoleskan krim, salep, atau minyak pada luka tersebut. Tindakan ini sebaiknya dilakukan segera setelah kejadian atau dalam waktu 20 menit setelah kejadian.
  • Selanjutnya, Anda bisa membungkus dengan longgar luka bakar dengan plastic wrap, atau plastik yang bersih dan tembus pandang untuk luka bakar di tangan.
  • Selagi proses pendinginan dilakukan, Anda bisa menghangatkan tubuh korban dengan jaket atau apa pun yang bisa mencegah korban dari kedinginan atau hipotermia. Akan tetapi, hindari daerah yang terkena luka bakar.
  • Setelah melakukan pertolongan pertama ini, Anda bisa membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Jika korban mengalami  keseleo

Seseorang akan mengalami keseleo ketika serat-serat ligamen sobek. Padahal, peranan ligamen dalam tubuh sangat penting, yakni sebagai pita elastis yang menghubungkan tulang-tulang dan untuk menahan sendi-sendi agar tetap berada di tempatnya.

Korban kecelakaan sepeda motor bisa saja mengalami keseleo, misal pada bagian pergelangan kakinya. Umumnya, bagian tubuh yang keseleo akan terasa sakit dan mengalami pembengkakan.

Anda bisa memberikan pertolongan pertama pada keseleo, dengan cara:

  • Mengistirahatkan anggota tubuh yang keseleo.
  • Setelah itu, kompres dengan air es guna mengurangi pembengkakan. Jika Anda hanya menggunakan es batu, pastikan pengompresannya jangan terlalu lama karena bisa merusak jaringan kulit.
  • Angkat bagian yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung berada untuk mengurangi pembengkakan.

Jika korban mengalami patah tulang

Mengetahui apakah korban mengalami patah tulang atau tidak bukanlah perkara yang mudah. Namun, jika Anda melihat korban merasa kesakitan pada anggota tubuhnya dan tidak bisa menggerakkannya, Anda bisa menangani cedera itu sebagai kondisi patah tulang.

Berikut cara untuk memberikan pertolongan pertama pada patah tulang:

  • Jangan menggerakkan bagian yang cedera. Untuk patah tulang belakang, Jangan menggerakkan korban dan disarankan untuk segera menghubungi tim medis untuk menanganinya.
  • Pada kondisi ini, jangan memberi makanan atau minuman apa pun kepada korban yang mengalami patah tulang. Kemungkinan mereka kemungkinan akan diberikan obat bius ketika sampai di rumah sakit.

Jika korban mengalami syok

Syok di sini tidak sama dengan kaget, meski hal ini bisa terjadi pula jika seseorang mengalami kecelakaan. Dalam istilah medis, syok terjadi karena terganggunya sistem peredaran darah, misalnya akibat pendarahan yang hebat. Hal ini dapat mengurangi pasokan oksigen ke organ-organ vital tubuh, seperti otak.

Baca Juga : Tanda Kamu Terkena Kanker Rahim

Syok bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda seseorang yang mengalami syok, yaitu berkeringat, kulit berubah menjadi pucat dan teraba dingin, lemas, pusing, merasa haus, kemungkinan korban akan muntah, pernapasannya menjadi lebih cepat atau terengah-engah.

Jika tanda-tanda ini dialami oleh korban, segera hubungi tim medis. Sembari menunggu kedatangan tim medis, Anda bisa baringkan korban jika memungkinkan dan angkat bagian kaki. Anda juga dapat menghangatkan tubuh korban dengan jaket agar dia merasa lebih nyaman. Saat menghadapi kondisi ini, hindari memberikannya makanan atau minuman apa pun.

Jika korban pingsan

Peredaran darah yang terganggu, rupanya bisa juga membuat korban pingsan. Hal itu disebabkan karena kurangnya pasokan darah ke otak. Pertolongan pertama pada korban kecelakaan yang pingsan adalah:

  • Dengan membaringkannya di permukaan yang datar. Angkat kaki setinggi posisi jantung berada. Setelah itu, buka kancing kerah baju atau longgarkan ikat pinggangnya.
  • Jika setelah satu menit dia sadarkan diri, jangan langsung menyuruhnya duduk atau berdiri untuk menghindarinya pingsan kembali. Namun jika dalam jenjang waktu tersebut dia belum kunjung sadar, segera hubungi tim medis.
  • Anda bisa langsung mengecek sistem pernapasannya masih bekerja atau tidak. Jika Anda tidak merasakan hembusan napas atau pergerakan dada, Anda bisa memberikan napas buatan atau CPR (cardiopulmonary resuscitation).

Menolong orang merupakan perbuatan mulia. Jadi tidak ada salahnya untuk mempelajari cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Ingat, sekecil apa pun pertolongan Anda bisa sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya.

Tanda Kamu Mungkin Terkena Kanker Rahim

Tanda Kamu Mungkin Terkena Kanker Rahim – Rahim merupakan bagian dari organ reproduksi wanita. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin sebelum dilahirkan. Sayangnya, sel-sel kanker yang muncul pada organ ini bisa membuat seorang wanita kehilangan rahim.

Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Rahim

Meski penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, yaitu:

  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Mendapat menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
  • Menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • Memiliki keluarga yang menderita kanker rahim.
  • Pernah menjalani terapi radiasi pada panggul.
  • Menderita tumor ovarium atau sindrom ovarium polikistik.
  • Mengonsumsi obat hormon estrogen tanpa progesteron, atau mengonsumsi obat tertentu, seperti tamoxifen untuk mengobati kanker payudara.

Faktor-faktor risiko di atas tidaklah mutlak, karena ada juga wanita yang masuk dalam daftar tersebut tapi tidak menderita kanker rahim. Ada pula wanita yang terjangkit kanker rahim tapi tidak memiliki faktor risiko di atas.

Tanda Kanker Rahim

Penting bagimu untuk mengenali tanda-tanda awal kanker rahim agar penyakit ini dapat terdeteksi sedini mungkin. Berikut ini adalah 5 gejala yang merupakan tanda awal kanker rahim:

Perdarahan abnormal

Tanda awal kanker rahim yang paling sering dialami oleh wanita adalah pendarahan vagina yang tidak normal atau berkepanjangan. Contohnya, pendarahan setelah menopause, di antara siklus menstruasi, dan perdarahan setelah berhubungan seks.

Keputihan berbau

Keputihan yang normal umumnya berwarna jernih, tidak berbau, dan jumlahnya tidak berlebihan. Munculnya keputihan yang berwarna merah muda atau cokelat, mengandung darah, atau disertai bau busuk bisa menjadi pertanda adanya masalah atau gangguan pada sistem reproduksi termasuk kanker rahim.

Baca Juga : Manfaat Semangka Untuk Bayi

Nyeri saat berhubungan seksual

Tanda kanker rahim berikutnya adalah munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual. Biasanya nyeri ini akan diikuti dengan pendarahan setelah berhubungan seksual.

Nyeri panggul

Nyeri panggul juga bisa menjadi gejala kanker rahim. Nyeri panggul yang merupakan tanda kanker rahim biasanya disertai dengan munculnya rasa sakit pada perut bagian bawah pusar. Nyeri yang dirasakan bisa muncul terus-menerus atau  dan hilang-timbul.

Nyeri saat buang air kecil

Meski ini jarang terjadi, nyeri saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda kanker rahim. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat pertumbuhan sel kanker yang menekan kandung kemih dan saluran kemih.

Selain gejala-gejala di atas, hal lain yang bisa menjadi pertanda kanker rahim adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara tiba-tiba, rasa lelah yang tidak diketahui penyebabnya, nyeri punggung, nyeri kaki, hingga pembengkakan pada kaki.

Jika kamu mengalami tanda kanker rahim yang dipaparkan di atas, segeralah periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk Pap smear, untuk memastikannya.

Apabila dari hasil pemeriksan tersebut ditemukan adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan stadium kanker rahim dan kondisimu secara umum.

Ketahui Manfaat Semangka untuk Bayi Anda

Ketahui Manfaat Semangka untuk Bayi Anda – Semangka mengandung ragam nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi Anda, seperti vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, kalsium, magnesium, zat besi, dan fosfor.

Selain itu, teksturnya yang tidak keras dan kandungan airnya yang tinggi membuat buah satu ini mudah dikonsumsi oleh bayi yang baru belajar makan. Maka tidak salah jika Anda menjadikan semangka sebagai salah satu pilihan buah, sebagai MPASI untuk bayi.

Manfaat Buah Semangka untuk Bayi

Berikut ini adalah sejumlah manfaat buah semangka untuk bayi:

Menjaga kadar cairan tubuh

Semangka merupakan salah satu buah yang mengandung air cukup tinggi. Saat bayi yang sudah MPASI, mengonsumsi semangka maka kecukupan cairannya bisa terpenuhi. Hal ini bisa membantu bayi terhindar dari dehidrasi.

Menjaga kesehatan mata dan memperkuat sistem imun

Semangka merupakan buah yang kaya akan kandungan beragam vitamin. Kandungan vitamin A pada buah ini misalnya baik untuk kesehatan mata bayi. Sedangkan kandungan vitamin C-nya dapat membantu penyerapan zat besi yang dibutuhkan oleh bayi. Selain itu, vitamin A, B6, dan C dalam semangka berperan dalam memperkuat sistem imun dan menjaga kulit Si Kecil tetap sehat.

Baca Juga : Cara Mencegah Penyakit Ginjal Dengan Langkah Sederhana

Mencegah konstipasi

Semangka juga bermanfaat untuk mencegah konstipasi pada bayi yang mulai MPASI.  Hal karena kandungan air dan serat yang terkandung di dalamnya.

Menjaga kesehatan jantung

Semangka juga memiliki kandungan citrulline dan lycopene yang baik untuk menjaga kesehatan jantung. Jika dikonsumsi secara rutin sebagai menu MPASI, tentu manfaat ini juga bisa didapatkan oleh bayi.

Cara Tepat Memberikan Semangka kepada Bayi

Meskipun semangka adalah buah yang baik untuk dikonsumsi bayi, Anda tetap harus memberikannya dengan cara dan pada waktu yang tepat. Si Kecil dapat diberikan buah setelah ia melewati usia 6 bulan, dalam bentuk yang sudah dihaluskan. Pastikan juga bahwa ia sudah memiliki gigi yang cukup, serta dapat mengunyah makanan dengan baik.

Pada saat pertama kali memberikan semangka pada bayi, jangan mencampurnya dengan makanan lain. Selain itu agar Si Kecil mudah untuk mengunyah dan menelan buah ini, Anda dapat memotong dalam ukuran yang kecil atau melumatkannya terlebih dahulu.

Terlepas dari beragam manfaatnya, semangka mengandung fruktosa yang tinggi. Kandungan ini bisa saja menimbulkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung dan sembelit. Segera bawa Si Kecil ke dokter jika ia mengalami gejala tersebut setelah memakan semangka.

Jika diberikan dengan tepat, tidak diragukan lagi bahwa buah semangka sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi Anda. Yuk, kenalkan Si Kecil dengan buah yang segar dan lezat ini mulai sekarang

Cara Mencegah Penyakit Ginjal dengan Langkah Sederhana

Cara Mencegah Penyakit Ginjal dengan Langkah SederhanaGinjal merupakan  organ yang berfungsi untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme dan racun yang tidak diperlukan oleh tubuh. Saat mengalami penyakit ginjal, fungsi ini tidak akan berjalan dengan baik. Itulah mengapa menjaga kesehatan ginjal penting untuk dilakukan.

Inilah Cara Sederhana untuk Mencegah Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk infeksi, penyakit autoimun, dan penyakit metabolik, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Sebenarnya untuk mencegah penyakit ginjal diperlukan langkah sederhana yang bisa dilakukan, di antaranya:

Menjaga kesehatan ginjal

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal, yaitu:

  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup, setidaknya 8-10 gelas per hari. Kemudian sebisa mungkin batasi konsumsi alkohol dan minuman bersoda.
  • Berhenti merokok. Merokok dan terpapar asap rokok dapat merusak fungsi berbagai organ dalam tubuh, termasuk ginjal.
  • Tidur dengan cukup. Mencukupi istirahat dengan tidur 6-8 jam sehari diperlukan agar tubuh dan organ di dalamnya termasuk ginjal tetap sehat.
  • Jaga agar berat badan tetap ideal. Salah satunya dengan olahraga atau melakukan aktivitas fisik dengan rutin.
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan di luar dari anjuran dan pengawasan dokter, terlebih bila obat tersebut dikonsumsi dalam dosis besar atau dalam jangka panjang.

Lakukan pemeriksaan rutin jika memiliki penyakit tertentu

Hipertensi dan diabetes merupakan penyakit yang sering menyebabkan komplikasi berupa penyakit ginjal. Jika Anda memiliki penyakit-penyakit tersebut, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, guna memantau perkembangan kedua penyakit ini dan mencegah penyakit ginjal.

Baca Juga : Bahaya Vertigo Yang Perlu Anda ketahui

Selain itu, saat mengalami hipertensi dan diabetes, pembatasan jumlah konsumsi makanan yang mengandung gula dan garam sangat disarankan.

Batasi makanan tertentu

Saat seseorang sudah mulai mengalami penurunan fungsi ginjal, untuk mencegah semakin memburuknya fungsi ginjal, beberapa pilihan makanan berikut sebaiknya dibatasi:

  • Makanan kalengan.
  • Ikan asin.
  • Alpukat.
  • Nasi merah.
  • Pisang.
  • Produk susu atau yang olahan susu, seperti keju dan yoghurt.
  • Daging olahan.
  • Roti gandum.

Selain itu, kenali gejala awal penyakit ginjal, seperti jumlah produksi urine yang sangat sedikit, pembengkakan pada anggota gerak tubuh, dan nyeri pada punggung bagian bawah. Mengenali berbagai gejala penyakit ginjal ini, dapat membantu Anda mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Yuk, cegah penyakit ginjal dengan beberapa cara sederhana yang dipaparkan di atas. Bagi Anda yang memiliki risiko mengalami penyakit ginjal karena memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, terapkanlah pola hidup sehat dan periksakanlah diri Anda ke dokter secara berkala, sesuai dengan anjuran dokter.

Bahaya Vertigo yang Perlu Anda Ketahui

Bahaya Vertigo yang Perlu Anda Ketahui – Vertigo adalah sensasi rasa tidak seimbang yang akan membuat Anda merasa seperti sedang berputar atau sekeliling Anda berputar. Serangan vertigo dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa detik, atau mungkin berlangsung lebih lama. Hal ini dapat membuat Anda terganggu dan tidak nyaman.

Kenali Vertigo dan Bahayanya

Berdasarkan penyebabnya, vertigo dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni vertigo sentral dan perifer. Vertigo sentral adalah jenis vertigo yang disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat.

Sementara vertigo perifer adalah jenis vertigo yang disebabkan oleh masalah pada organ keseimbangan yang ada di telinga bagian dalam. Vertigo perifer merupakan jenis vertigo yang paling sering terjadi.

Saat serangan vertigo terjadi, gejala dan keluhan berikut bisa muncul:

  • Rasa pusing yang berputar, atau sekeliling terlihat bergerak. Gejala ini bisa terjadi bahkan saat Anda masih dalam keadaan diam.
  • Adanya gerakan mata abnormal yang disebut nistagmus.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Berkeringat.
  • Suara berdenging di telinga atau gangguan pendengaran.

Beragam Bahaya Vertigo

Vertigo merupakan gejala dari suatu penyakit. Bahaya dari vertigo akan bergantung pada penyakit yang mendasarinya. Namun saat serangan vertigo terjadi, sejumlah hal berikut bisa membahayakan penderitanya:

Meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara

Apabila Anda sering mengalami pusing atau sensasi berputar dan mengendarai kendaraan sendiri, sebaiknya Anda lebih berhati-hati. Jika vertigo kambuh saat Anda sedang mengendarai kendaraan, dapat terjadi kecelakaan yang bisa membahayakan Anda maupun orang lain.

Menyebabkan jatuh karena kehilangan keseimbangan

Selain itu, penderita vertigo juga bisa terjatuh dan mengalami cedera akibat tidak bisa mempertahankan posisi dan keseimbangannya.

Baca Juga : Waspadai Kekurangan Vitamin D Dari Sekarang

Mengganggu pendengaran

Jika vertigo disebabkan oleh gangguan pada organ keseimbangan yang ada di telinga, kambuhnya vertigo bisa disertai gangguan pendengaran, seperti telinga berdenging, penurunan kemampuan mendengar, bahkan hilangnya pendengaran.

Mengganggu aktivitas sehari-hari

Pada kasus kronis, vertigo juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini karena vertigo dapat kambuh secara tiba-tiba. Dan saat vertigo kambuh, Anda bisa sulit untuk berdiri dan berjalan, yang tentunya akan membatasi aktivitas dan pekerjaan Anda.

Menjadi tanda penyakit stroke atau masalah lainnya pada otak

Jika sering kambuh, terlebih disertai gejala lain, seperti kelemahan pada satu sisi tubuh atau kesulitan untuk mengontrol gerakan tubuh, vertigo bisa menjadi tanda dari gangguan pada sistem saraf. Salah satunya adalah stroke, yang dapat menyebabkan kecacatan permanen dan bahkan mengancam nyawa.

Jika dilihat dari beragam bahaya yang bisa terjadi, vertigo memang tidak bisa dianggap sepele dan perlu segera ditangani oleh dokter. Untuk mengurangi bahaya akibat vertigo, Anda perlu:

  • Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, terlebih jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti hipertensi, diabetes, dan riwayat stroke.
  • Mengontrol asupan garam untuk mengurangi gejala vertigo pada penyakit Meniere.
  • Mengikuti anjuran dokter untuk melakukan rehabilitasi vestibular secara rutin, jika Anda menderita vertigo perifer. Hal ini dapat membantu mencegah kambuhnya vertigo.

Jangan menganggap remeh keluhan vertigo. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai, agar Anda terhindar dari berbagai bahaya vertigo di atas.

Waspadai Kekurangan Vitamin D dari Sekarang

Waspadai Kekurangan Vitamin D dari Sekarang – Berdasarkan rekomendasi angka kebutuhan gizi dari Kementrian Kesehatan, vitamin D perlu dikonsumsi sebanyak 15 mikrogram (mcg) per hari oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa hingga usia 65 tahun. Sedangkan untuk lansia di atas usia 65 tahun, dosis vitamin D yang dianjurkan adalah 20 mcg per hari.

Penyebab Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D atau defisiensi vitamin D adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin tersebut secara cukup. Ini bisa terjadi karena kurang mengonsumsi makanan sumber vitamin D atau jarang terpapar sinar matahari.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan vitamin D, yaitu:

  • Menderita gangguan atau penyakit yang dapat menghambat penyerapan vitamin D di saluran cerna, seperti penyakit radang usus dan malabsorpsi.
  • Menderita alergi susu atau intoleransi laktosa.
  • Memiliki warna kulit gelap.
  • Berusia lanjut.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat antikejang atau pengobatan HIV.
  • Menjalani pola makan vegetarian.

Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin D

Defisiensi vitamin D bisa dialami oleh siapa pun, termasuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Meski umumnya tidak memiliki gejala yang spesifik, ada beberapa tanda dan gejala yang bisa timbul ketika tubuh kekurangan vitamin D.

Pada bayi dan anak

Bayi dan anak-anak yang kekurangan vitamin D dapat menunjukkan beberapa gejala berikut:

  • Sesak napas.
  • Kram dan kejang otot.
  • Pertumbuhan lebih lambat.
  • Terlambat tumbuh gigi dan berjalan.
  • Nyeri tulang.

Selain gejala-gejala di atas, bentuk kaki yang bengkok dapat menjadi tanda anak kekurangan vitamin D. Mudah terserang penyakit juga bisa menandakan anak mengalami defisiensi vitamin D, karena kekurangan vitamin ini dapat melemahkan daya tahan tubuh.

Pada orang dewasa

Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D biasanya ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Sering mengalami nyeri otot, nyeri punggung, dan nyeri tulang.
  • Tulang rapuh atau mudah patah, meskipun tidak mengalami cedera berat.
  • Mudah terserang penyakit infeksi, seperti flu.
  • Tubuh mudah lelah atau lelah berkepanjangan.
  • Suasana hati yang buruk, atau menunjukkan gejala depresi.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Rambut rontok.

Beberapa gejala kekurangan vitamin D di atas bisa menyerupai tanda dan gejala penyakit lain. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan ke dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar vitamin D di dalam tubuh.

Baca Juga : Manfaat Sinar Matahari Yang Mengandung Vitamin D

Bahaya Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, kondisi ini bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami sejumlah gangguan kesehatan.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kekuatan tulang. Biasanya ditandai dengan tulang kaki yang bengkok. Pada anak-anak, kondisi ini disebut penyakit rakitis, sedangkan pada orang dewasa, disebut osteomalacia.

Selain gangguan tulang, defisiensi vitamin D juga diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa penyakit, seperti:

  • Osteoporosis.
  • Radang sendi.
  • Penyakit infeksi, seperti pneumonia, sepsis, dan TBC.
  • Depresi
  • Sakit kepala dan migrain.
  • Demensia.
  • Diabetes.
  • Obesitas
  • Penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, gagal jantung, dan penyakit jantung.
  • Multiple sclerosis.
  • Rambut rontok.
  • Kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat.

Ibu hamil yang kurang asupan vitamin D berisiko mengalami sejumlah komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan kelahiran prematur, serta berisiko tinggi melahirkan secara caesar.

Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D

Mencukupi asupan vitamin D harian dapat menjaga tulang agar kuat dan sehat, serta mencegah berbagai penyakit akibat kekurangan vitamin ini. Caranya adalah dengan:

  • Mengonsumi makanan yang kaya akan vitamin D, seperti susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, dan minyak ikan. Makanan laut, seperti ikan sarden dan tuna, juga merupakan sumber vitamin D yang baik untuk dikonsumsi.
  • Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 20-30 menit, setidaknya 2 kali seminggu.
  • Mengonsumsi suplemen vitamin D, jika diperlukan.

Meski demikian, patut diingat bahwa asupan vitamin D perlu dikonsumsi sesuai kebutuhan. Karena vitamin D adalah jenis vitamin yang larut lemak, kelebihan vitamin D akan ditumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, lama kelamaan dapat terjadi keracunan vitamin D.

Untuk mengetahui dosis dan penggunaan suplemen vitamin D yang tepat dan sesuai kondisi kesehatan Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Manfaat Sinar Matahari yang Mengandung Vitamin D

Manfaat Sinar Matahari yang Mengandung Vitamin D – Ketika kulit terkena sinar matahari langsung, tubuh akan memproduksi vitamin D dengan membakar kolesterol yang ada di sel kulit. Inilah sebabnya, paparan sinar matahari dalam jumlah yang tepat dianggap sangat penting untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh.

Selain dari sinar matahari, Anda juga bisa memperoleh vitamin D dari makanan tertentu, seperti ikan, telur, serta susu dan produk olahannya (keju dan yoghurt). Vitamin D juga dapat diperoleh dari suplemen vitamin D dan minyak ikan.

Menilik Manfaat Sinar Matahari

Sinar matahari yang cukup bisa merangsang produksi vitamin D alami dalam tubuh. Vitamin larut lemak yang terkandung di sinar matahari ini memiliki banyak fungsi, antara lain:

  • Membantu penyerapan kalsium dan fosfor
  • Membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi
  • Menjaga kesehatan otot
  • Memperbaiki suasana hati dan mencegah depresi
  • Memelihara kesehatan jantung
  • Membuat sistem kekebalan tubuh bekerja dengan normal

Daftar Penyakit akibat Kekurangan Vitamin D

Sinar matahari mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika kekurangan sinar matahari, tubuh akan kesulitan memproduksi vitamin D. Akibatnya, berbagai gangguan kesehatan akan menghampiri.

Beberapa penyakit yang bisa muncul karena kekurangan vitamin D adalah:

Arthritis (radang sendi)

Menurut penelitian, kekurangan vitamin D umum dialami oleh penderita arthritis atau radang sendi. Salah satu faktor risiko untuk terkena penyakit ini adalah penggunaan obat-obatan golongan kortikosteroid dalam jangka panjang. Obat ini dapat mengurangi kadar vitamin D dan kalsium dalam tubuh, sehingga membuat tulang dan sendi menjadi lemah.

Baca Juga : Telapak Tangan Gatal, Waspadai Penyakit Ini

Penyakit tulang

Vitamin D berguna untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfor dalam tubuh. Kedua mineral ini berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kekuatan tulang Anda. Jika asupan vitamin D tidak terpenuhi, penyakit tulang berikut ini bisa terjadi pada Anda:

  • Osteoporosis, yaitu berkurang atau hilangnya kepadatan dan kekuatan tulang. Penyakit ini membuat tulang lemah, menipis, terasa nyeri atau sakit, dan rentan patah.
  • Osteomalacia, yaitu kondisi di mana tulang menjadi lunak. Penyakit ini dapat mengakibatkan nyeri pada punggung bawah, panggul, pinggul, kaki, dan tulang rusuk. Nyeri tersebut bisa terasa berat setelah beraktivitas atau di malam hari.

Gangguan pernapasan

Vitamin D berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh agar kuat melawan virus dan bakteri penyebab penyakit dan infeksi. Jika tubuh kekurangan vitamin D, Anda bisa rentan terkena penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan, seperti flu dan pneumonia.

Penyakit jantung

Beberapa penelitian medis sejauh ini menunjukkan bahwa orang yang kekurangan vitamin D lebih rentan terserang penyakit jantung dan hipertensi. Hal ini diduga karena rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami peradangan yang dapat merusak pembuluh darah.

Selain itu, kekurangan vitamin D juga dapat meningkatkan kadar renin, yaitu zat yang berperan untuk menaikkan tekanan darah.

Karena sinar matahari berperan penting untuk menyediakan vitamin D, maka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar kulit Anda terkena sinar matahari sekitar 5-15 menit selama 2-3 kali dalam seminggu. Tapi, tidak disarankan berjemur pada pukul 10.00-16.00, sebab kulit akan lebih rentan terbakar.

Yuk, jaga kesehatan tulang dari sekarang. Mulailah dengan berjemur di bawah sinar matahari yang mengandung vitamin pada pagi hari, dan mengonsumsi makanan tinggi vitamin D.

Anda juga dianjurkan untuk melakukan tes kepadatan tulang jika tinggi badan menyusut, pernah mengalami patah tulang, menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, mengalami gangguan hormon, serta pernah menerima transpantasi organ atau sumsum tulang belakang.

Untuk mengetahui apakah tubuh Anda sudah mendapatkan vitamin D yang cukup, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gizi.

Telapak Tangan Gatal, Waspadai Penyakit Serius Berikut Ini

Telapak Tangan Gatal, Waspadai Penyakit Serius Berikut Ini – Gatal adalah sensasi tidak nyaman yang membuat Anda ingin menggaruk bagian tubuh tertentu. Dalam istilah medis, keluhan ini disebut pruritus. Gatal-gatal dapat dialami siapa saja dan menyerang bagian tubuh mana pun, termasuk telapak tangan.

Rasa gatal yang muncul di tangan dapat disertai ruam atau kemerahan pada kulit, kulit kering atau bersisik, bentol atau bintik-bintik, dan lecet. Gatalnya pun bisa berlangsung lama dan sangat berat.

Terkadang, rasa gatal tersebut tidak mereda meski sudah digaruk dan justru terasa semakin gatal, sehingga menyebabkan kerusakan atau luka pada kulit.

Beberapa Kondisi yang Menyebabkan Telapak Tangan Gatal

Telapak tangan gatal bisa disebabkan oleh beberapa kondisi ringan, seperti kulit kering, iritasi kulit, infeksi jamur kulit, impetigo, atau reaksi alergi. Selain beberapa kondisi dan penyakit tersebut, telapak tangan gatal juga bisa disebabkan oleh beberapa hal lain, seperti:

Eksim

Eksim atau dermatitis dapat terjadi di seluruh bagian kulit tubuh. Eksim yang menyebabkan telapak tangan gatal serta gatal di kaki dikenal dengan istilah dermatitis dishidrotik.

Namun tidak hanya itu, telapak tangan terasa gatal juga bisa disebabkan oleh dermatitis kontak, misalnya karena kerusakan kulit akibat paparan deterjen, sabun, bahan kimia keras, hingga alergi.

Selain sensasi rasa gatal, gejala lain yang ditimbulkan penyakit ini adalah lecet, ruam merah, serta kulit pecah-pecah dan bersisik.

Kudis

Kudis (scabies) merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau kecil yang masuk dan berkembang biak di dalam lapisan kulit terluar. Penyakit ini ditandai dengan beberapa gejala, yaitu gatal pada malam hari, ruam, lepuhan kecil, dan luka di beberapa bagian lipatan tubuh, seperti ketiak, siku, serta telapak tangan dan kaki.

Penularan penyakit kudis dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan orang yang terkena kudis atau menggunakan peralatan pribadi, seperti handuk dan lap tangan, bergantian dengan penderita kudis.

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan kulit di beberapa bagian tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki. Penyakit ini membuat jaringan kulit tumbuh dengan sangat cepat, sehingga lapisan kulit lama menumpuk di permukaan kulit. Kondisi ini tidak bersifat menular.

Selain gatal dan ruam, psoriasis biasanya disertai benjolan kecil berisi air dan saat benjolan tersebut pecah, bisa menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik. Psoriasis juga dapat muncul di bagian tubuh lain, seperti siku, lutut, lipat paha, punggung, dan wajah.

Diabetes

Meski jarang terjadi, diabetes ternyata bisa memicu gatal pada telapak tangan. Penyakit ini dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk, sehingga memicu munculnya rasa gatal di kulit. Namun, sebagian besar penderita diabetes lebih sering merasakan gatal di bagian kaki dibandingkan telapak tangan.

Gangguan Saraf

Beberapa kondisi yang memengaruhi sistem saraf juga dapat menyebabkan telapak tangan dan bagian tubuh lain terasa gatal. Gangguan saraf tersebut, meliputi neuropati perifer, herpes zoster, gangguan saraf tulang belakang, epilepsi, hingga tumor otak. Selain gatal pada tangan atau bagian tubuh tertentu, gangguan saraf juga dapat menyebabkan kesemutan dan mati rasa.

Baca Juga : Sayuran Hijau Yang Harus Anda Konsumsi

Penyakit lainya

Kulit tangan dan kaki yang terasa gatal juga bisa menjadi gejala dari penyakit-penyakit di organ dalam tubuh atau penyakit sistemik, seperti:

  • Penyakit hati.
  • Gagal ginjal.
  • Anemia defisiensi besi.
  • Malnutrisi atau kekurangan gizi berat.
  • Kanker, seperti leukemia dan limfoma.

Selain tangan dan kaki, rasa gatal juga dapat muncul di bagian tubuh lain akibat gangguan pada organ dalam.

Mengatasi Keluhan Telapak Tangan Gatal

Penanganan yang tepat dapat membantu meredakan rasa gatal pada telapak tangan dengan cepat. Langkah penanganan yang dilakukan tergantung pada penyebabnya. Misalnya, telapak tangan gatal yang disebabkan oleh alergi bisa diatasi dengan obat-obatan antialergi, seperti antihistamin.

Sementara, gatal yang disebabkan eksim dapat diobati dengan krim atau salep kortikosteroid. Jika gatal pada tangan sudah menimbulkan luka dan infeksi, maka kondisi ini perlu diobati dengan antibiotik salep. Obat-obatan tersebut bisa diperoleh dari resep dokter.

Selain dengan obat-obatan dari dokter, ada beberapa cara untuk mengatasi keluhan gatal di telapak tangan yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:

  • Gunakan krim, salep, atau bedak anti gatal.
  • Sebisa mungkin, hindari untuk menggaruk tangan karena dapat menyebabkan luka dan infeksi.
  • Oleskan losion untuk melembapkan kulit dan mencegah kulit kering.
  • Mandi dengan air hangat dan gunakan sabun mandi yang berbahan kimia ringan. Hindari mandi terlalu lama, batasi waktu mandi hingga 5 menit.
  • Hindari penggunaan kain atau bahan tertentu, seperti wol dan kain sintetis, yang dapat memicu rasa gatal.
  • Berikan kompres dingin pada tangan menggunakan handuk yang dibungkus es untuk meredakan rasa gatal.

Anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter jika kondisi telapak tangan gatal berlangsung lebih dari dua minggu dan rasa gatal semakin parah atau tidak membaik setelah dilakukan cara penanganan di atas.

Sayuran Hijau yang Harus Anda Konsumsi

Sayuran Hijau yang Harus Anda Konsumsi – Salah satu manfaat dari sayuran hijau adalah dapat menjaga kesehatan saluran cerna karena kandungan serat didalamnya. Selain itu, sayuran hijau juga dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Sayuran hijau cukup mudah Anda ditemukan dan dapat diolah sesuai selera.

Ragam Jenis Sayuran Hijau yang Baik untuk Kesehatan

Berikut daftar sayuran hijau yang dapat Anda konsumsi setiap hari:

Kale

Kale mengandung nutrisi lengkap, mulai dari vitamin A, C, dan K, serta kalsium, kalium, dan folat. Mengonsumsi kale yang dapat menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Sawi

Meski memiliki bentuk yang mirip dengan kale, kandungan nutrisi dari sawi ternyata tidak sama dengan kale. Sawi mengandung banyak air, serat, karbohidrat, kalium, vitamin K, kalsium, zat besi, magnesium, dan zinc di dalamnya. Mengonsumsi sawi dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskulaar, menjaga kesehatan mata, dan kesehatan tulang.

Baca Juga : Efektifitas Suntik Vaksin HPV Setelah Menikah

Bayam

Bayam adalah salah satu sayuran hijau yang kaya akan serat, folat, antioksidan, vitamin A, C, serta vitamin K. Beberapa manfaat mengonsumsi bayam adalah menjaga kesehatan mata, membantu melawan serangan asma, osteoporosis, dan radang sendi.

Brokoli

Brokoli merupakan sayuran hijau yang memiliki serat yang bisa membantu sistem pencernaan Anda. Brokoli bisa dimakan mentah, dikukus, atau dimasak.  Brokoli juga dipercaya bisa meningkatkan kesehatan jantung dan dapat menjaga kesehatan tulang Anda karena vitamin K yang dimilikinya.

Kubis

Meskipun memiliki warna yang lebih pucat dari sayuran hijau lainnya, kubis merupakan jenis sayuran yang kaya akan vitamin C. Selain itu, banyak orang menggunakan daun kubis untuk dijadikan obat sakit perut, asam lambung berlebih, tukak pada lambung atau usus, asma, serta morning sickness pada wanita hamil.

Ada berbagai manfaat sayuran hijau yang sayang dilewatkan. Anda bisa mengolah sayuran hijau dengan sehat dan sesuai selera. Jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu, Anda dapat berkonsultasi dengan  dokter tentang jenis sayuran hijau yang dapat dikonsumsi.

Vaksin HPV Setelah Menikah

Vaksin HPV Setelah Menikah – Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi virus HPV. Meskipun lebih dianjurkan kepada wanita guna mencegah kanker serviks, vaksin ini juga dapat diberikan kepada laki-laki. Tujuan pemberian vaksin kepada laki-laki adalah untuk melindungi pasangannya dari risiko terkena infeksi HPV.

Ada tiga jenis vaksin berdasarkan jumlah dan jenis virus HPV yang dapat dicegah, yaitu:

  • Vaksin HPV kuadrivalen (Gardasil), untuk HPV tipe 6, 11, 16, dan 18.
  • Vaksin 9-valent (Gardasil 9), untuk tipe HPV yang sama dengan vaksin kuadrivalen (6, 11, 16, dan 18) serta tipe 31, 33, 45, 52, dan 58.
  • Vaksin bivalen (Cervarix), untuk HPV tipe 16 dan 18.

Efektivitas Vaksin HPV pada Wanita yang Sudah Aktif Berhubungan Seksual

Meskipun vaksin HPV penting dilakukan, wanita dewasa yang memiliki banyak pasangan seksual tidak diharuskan untuk melengkapi seluruh jenis vaksin HPV. Efektivitas vaksin HPV pada kelompok ini cenderung lebih rendah. Hal ini karena kemungkinan paparan virus HPV sudah terjadi sebelum vaksinasi.

Namun untuk beberapa wanita dewasa dengan satu pasangan seksual dan memiliki faktor risiko terpapar infeksi HPV yang rendah, vaksin HPV bisa diberikan. Terlebih jika kelompok ini dianggap memiliki risiko terpapar virus HPV di masa depan, misalnya karena memiliki pasangan seksual yang baru.

Baca Juga: Kenali Apa Itu Vaksin HPV

Menurut penelitian, vaksin HPV terbukti ampuh dan aman untuk diberikan kepada wanita yang berusia lebih dari 25 tahun. Di Amerika Serikat, vaksin HPV diberikan sampai usia 45 tahun. Ada kemungkinan bahwa beberapa individu yang berusia di atas 45 tahun juga dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi ini.

Syarat Pemberian Vaksin HPV pada Wanita yang Aktif Berhubungan Seksual

Data uji klinis efikasi vaksin pada pria dan wanita menunjukkan bahwa vaksin HPV paling efektif jika diberikan kepada orang yang belum terinfeksi HPV. Tidak ada satu pun vaksin HPV yang tersedia saat ini dapat mengobati atau mempercepat penyembuhan infeksi HPV yang sudah ada sebelumnya. Vaksin ini juga tidak bisa mengobati atau mencegah munculnya penyakit akibat infeksi HPV yang sudah ada.

Meskipun efektivitasnya perlu diteliti lebih lanjut, individu yang aktif secara seksual sebaiknya tetap divaksinasi sesuai dengan rekomendasi berdasarkan usia. Hal ini karena kemungkinan vaksin HPV masih dapat memberikan perlindungan terhadap jenis virus HPV lain yang tidak ada pada vaksin sebelumnya.

Terlepas dari efektivitas vaksin HPV, keputusan untuk melakukan vaksinasi pada orang dewasa berusia 27 tahun ke atas harus dibuat secara individual. Berkonsultasilah langsung dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda serta perlu tidaknya Anda menjalani vaksinasi HPV.